IMPLEMENTASI TKDN: Blackberry Perkuat Layanan Perangkat Lunak

314824_pabrik-haier-untuk-produksi-andromax-smartfren_663_382Bisnis.com, JAKARTA – Blackberry berencana memperkuat layanan software alias perangkat lunak dan keamanan guna memenuhi regulasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk ponsel 4G LTE agar tetap dapat beroperasi di Indonesia.

Ralph Pini, Chief Operating Officer Blackberry mengemukakan Blackberry kini fokus menggarap pasar software dan solusi keamanan untuk perangkat smartphone dan memenuhi TKDN. Menurutnya, Blackberry akan menggandeng mitra TCL Communications Technology Holdings Limited sebagai produsen global dan distributor eksklusif Blackberry.

“Kami bekerja sama dengan mereka pada seri smartphone DTEK. Mereka yang akan mendesainhardware Blackberry sekarang,” tuturnya di Jakarta, Minggu (18/12/2016).

Seperti diketahui, pemerintah telah menuntaskan perhitungan teknis regulasi TKDN yang rencananya akan diterapkan mulai 1 Januari 2017 sekitar 30% kandungan komponen lokal sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian No. 69/2014 tentang Ketentuan Tata Cara Penghitungan Nilai TKDN Industri Elektronika dan Telematika.

Skema TKDN 4G LTE yang telah ditawarkan oleh pemerintah kepada vendor ada dua pilihan. Vendor diperbolehkan memilih investasi software maupun hardware dengan komposisinya yang ditetapkan Kementerian Perindustrian.

Vendor yang memilih untuk melakukan investasi software, harus memenuhi syarat komposisi aplikasi 70%, pengembangan 20% dan manufaktur 10%, sedangkan jika yang dipilih adalahhardware maka komposisi yang harus dipenuhi adalah manufaktur 70%, pengembangan 20% dan aplikasi 10%.

Ralph juga optimistis melalui kerja sama tersebut Blackberry akan mendapatkan kembali pasarnya melalui device DTEK50 dan DTEK60 yang telah mengadopsi Operating System (OS) Android.

Kini, menurutnya, Blackberry hanya akan menyediakan software dan standarisasi keamanan tinggi. “‎Kami senang dapat memperkenalkan handset DTEK50 dan DTEK60 Android yang memberikan standar keamanan tinggi,” katanya.

Secara terpisah, ‎CEO TCL Communications, Nicolas Zibell mengatakan pihaknya akan membantu Blackberry untuk mengembangkan perangkat keras agar dapat disesuaikan dengan regulasi di setiap negara termasuk Indonesia.

Selain itu, dia juga mengatakan TCL Communications akan menjadi distributor dan memasarkan device Blackberry. “Kami akan me‎mastikan kualitas untuk konsumen dan mematikan keamanannya,” katanya.

Menurutnya, TCL Communications berencana mendistribusikan Blackberry ke sejumlah negara di antaranya adalah India, Sri Lanka, Nepal, Bangladesh dan Indonesia. Dia menjelaskan DTEK50 dan DTEK60 akan didistribusikan TCL Communications dalam waktu dekat.

“‎Kami percaya produk merek BlackBerry yang dikembangkan dan didistribusikan oleh TCL Communication akan menjawab kebutuhan pengguna BlackBerry,” tukasnya.

sumber:Ralph Pini, Chief Operating Officer Blackberry mengemukakan Blackberry kini fokus menggarap pasar software dan solusi keamanan untuk perangkat smartphone dan memenuhi TKDN. Menurutnya, Blackberry akan menggandeng mitra TCL Communications Technology Holdings Limited sebagai produsen global dan distributor eksklusif Blackberry. “Kami bekerja sama dengan mereka pada seri smartphone DTEK. Mereka yang akan mendesain hardware Blackberry sekarang,” tuturnya di Jakarta, Minggu (18/12/2016). Seperti diketahui, pemerintah telah menuntaskan perhitungan teknis regulasi TKDN yang rencananya akan diterapkan mulai 1 Januari 2017 sekitar 30% kandungan komponen lokal sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian No. 69/2014 tentang Ketentuan Tata Cara Penghitungan Nilai TKDN Industri Elektronika dan Telematika. Skema TKDN 4G LTE yang telah ditawarkan oleh pemerintah kepada vendor ada dua pilihan. Vendor diperbolehkan memilih investasi software maupun hardware dengan komposisinya yang ditetapkan Kementerian Perindustrian. Vendor yang memilih untuk melakukan investasi software, harus memenuhi syarat komposisi aplikasi 70%, pengembangan 20% dan manufaktur 10%, sedangkan jika yang dipilih adalah hardware maka komposisi yang harus dipenuhi adalah manufaktur 70%, pengembangan 20% dan aplikasi 10%. Ralph juga optimistis melalui kerja sama tersebut Blackberry akan mendapatkan kembali pasarnya melalui device DTEK50 dan DTEK60 yang telah mengadopsi Operating System (OS) Android. Kini, menurutnya, Blackberry hanya akan menyediakan software dan standarisasi keamanan tinggi. “‎Kami senang dapat memperkenalkan handset DTEK50 dan DTEK60 Android yang memberikan standar keamanan tinggi,” katanya. Secara terpisah, ‎CEO TCL Communications, Nicolas Zibell mengatakan pihaknya akan membantu Blackberry untuk mengembangkan perangkat keras agar dapat disesuaikan dengan regulasi di setiap negara termasuk Indonesia. Selain itu, dia juga mengatakan TCL Communications akan menjadi distributor dan memasarkan device Blackberry. “Kami akan me‎mastikan kualitas untuk konsumen dan mematikan keamanannya,” katanya. Menurutnya, TCL Communications berencana mendistribusikan Blackberry ke sejumlah negara di antaranya adalah India, Sri Lanka, Nepal, Bangladesh dan Indonesia. Dia menjelaskan DTEK50 dan DTEK60 akan didistribusikan TCL Communications dalam waktu dekat. “‎Kami percaya produk merek BlackBerry yang dikembangkan dan didistribusikan oleh TCL Communication akan menjawab kebutuhan pengguna BlackBerry,” tukasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s